Calm down

Just another WordPress.com weblog

Lupus: imun tubuh yang menyerang tubuh sendiri

pagi-pagi temen kantor buka facebook dan ada foto temen perempuannya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu sekitar seminggu sebelum pengumuman kelulusan SMA. hem…..simak jenis penyakitnya berikut ini:

Mungkin kita sering atau pernah mendengar istilah penyakit Lupus, tapi kita sendiri tidak tahu persis penyakit Lupus itu apa? Dan seringkali kita tidak peduli dan tidak mau tahu, meskipun kita tidak mengetahuinya.


Mungkin karena kita beranggapan bahwa kita merasa sehat dan tidak perlu tahu soal itu. Nah melihat realitas seperti ini, saya tergerak untuk mencoba menulis tentang penyakit ini, sebagai pelengkap seri kesehatan lainnya yang pernah saya tulis, dengan harapan memberi pengetahuan, wawasan, dan manfaat buat kita semua. Terlebih di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah ini.

Penyakit Lupus sebenarnya telah dikenal seabad lalu. Waktu itu diduga akibat gigitan anjing hutan. Oleh karena itu disebut Lupus yang berarti anjing hutan (bahasa Latin). Gejala yang muncul pada penderita lupus, bermacam-macam, tergantung sistem tubuh yang terkena lupus. Namun, gejala umumnya adalah demam, rasa lelah berkepanjangan, rambut rontok, dan pegal-pegal otot.

Penyakit Lupus biasanya menyerang wanita produktif. Meski kulit wajah penderita Lupus dan sebagian tubuh lainnya muncul bercak-bercak merah, tetapi penyakit ini tidak menular. Terkadang kita meremehkan rasa nyeri pada persendian, seluruh organ tubuh terasa sakit atau terjadi kelainan pada kulit, atau tubuh merasa kelelahan berkepanjangan serta sensitif terhadap sinar matahari. Semua itu merupakan sebagian dari gejala penyakit Lupus.

Faktor yang diduga sangat berperan terserang penyakit Lupus adalah faktor lingkungan, seperti paparan sinar matahari, stres, beberapa jenis obat, dan virus. Oleh karena itu, bagi para penderita Lupus dianjurkan keluar rumah sebelum pukul 09.00 atau sesudah pukul 16.00. Dan saat bepergian, penderita memakai sun block atau sun screen (pelindung kulit dari sengatan sinar matahari) pada bagian kulit yang akan terpapar.

Penyakit lupus adalah penyakit inflamasi kronik yang diperantarai oleh sistim imun, dimana seharusnya sistim ini melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru sebaliknya menyerang tubuh itu sendiri. Penyakit Lupus terjadi akibat produksi antibodi berlebihan. Antibodi tersebut bukannya menyerang virus, kuman atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh, justru menyerang sistem kekebalan sel dan jaringan tubuh sendiri. Untuk mendiagnosis penyakit ini dengan pasti, diperlukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit. Keduanya untuk memeriksa antibodi-antibodi yang muncul ketika lupus sedang aktif.

Ada tiga jenis lupus, yaitu :
1. Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.

2. Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Termasuk paling banyak menyerang.

3. Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat dan akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait. Umumnya berkaitan dengan pemakaian obat hydralazine (obat hipertensi) dan procainamide (untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur).

Saat ini sudah ada obat baru yang disebut Lymphostat-B, yang berfungsi menghambat protein yang menstimulasi limfosit B (BLyS= B lymphocyte stimulator). Limfosit B adalah sel yang berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Jadi dapat memulihkan aktivitas auto-imun menjadi normal, kemudian menghambat aktivitas protein tersebut sehingga limfosit B tidak bisa berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Berkurangnya produksi antibodi menyebabkan aktivitas penyakit lupus mudah dikontrol. Saat ini, ada sekitar 5 juta pasien lupus di seluruh dunia dan setiap tahun ditemukan lebih dari 100.000 pasien baru, baik usia anak, dewasa, laki-laki, dan perempuan.

Di Jawa Barat jumlah penderita lupus terdata mencapai 700 orang. Setiap bulan misalnya di RSHS selalu ada 10 pasien lupus baru. Nah jadi kalau data di Jawa Barat seperti ini, artinya kita perlu meningkatkan kehati-hatian bersama. Salah satu obat yang gampang diperoleh dengan biaya murah yang kita kenal saat ini adalah Mahkota Dewa.

Oleh : Dede Farhan Aulawi
Gejala-gejala penyakit dikenal sebagai   Lupus Eritomatosus Sistemik

(LES) alias Lupus. Eritomatosus artinya kemerahan. sedangkan sistemik

bermakna menyebar luas keberbagai organ tubuh. Istilahnya disebut   LES

atau Lupus.

Masih awam

Jumlah penderita Lupus ini tidak terlalu banyak. Menurut data pustaka, di

Amerika Serikat ditemukan 14,6 sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia

bisa dijumpai sekitar 50.000 penderitanya.

Sedangkan    di   RS Ciptomangunkusumo Jakarta,    dari 71 kasus yang

ditangani  sejak awal 1991 sampai akhir 1996 , 1 dari 23 penderitanya

adalah laki-laki.

Penyakit Lupus masih sangat awam bagi masyarakat.

Setelah diteliti penyebab Lupus karena faktor keturunan dan lingkungan.

Penyakit ini justru diderita wanita usia produktif sampai usia 50 tahun.

Namun begitu, ada juga pria yang mengalaminya. Ahli menduga penyakit

ini berhubungan dengan hormon estrogen.

Karena Lupus menyerang wanita subur, kerap menimbulkan berbagai aspek

kesehatan.    Misalnya hubungan  dengan    kehamilan yang menyebabkan

abortus, gangguan perkembangan janin atau pun bayi meninggal saat lahir.

Namun, hal ini bisa saja terjadi sebaliknya. Artinya, justru kehamilan bisa

memperburuk gejala Lupus. Sering dijumpai gejala Lupus muncul sewaktu

hamil atau setelah melahirkan.

Otoimun

Lupus merupakan penyakit yang menyerang perubahan sistem kekebalan

perorangan, yang sampai kini belum diketahui penyebabnya. Penyakit ini

muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber

penyakit yang akan masuk dalam tubuh. Uniknya, penyakit Lupus ini antibodi

yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan.
Hasilnya, antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.

Kelainan ini disebut autoimunitas .

Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua

cara  yaitu :.

Pertama, antibodi aneh ini bisa   langsung menyerang   jaringan  sel tubuh,

seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan  selnya akan hancur.

Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau

anemia.

Kedua, antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pemben

tukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan

antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pem

buluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.

Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang

(fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat

dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil

mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks.

Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak

organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat

sebagai  gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang

fungsi organ tubuh akan terganggu.

Umumnya  penderita   Lupus mengalami gejala seperti. kulit yang mudah

gosong akibat   sinar matahari serta   timbulnya   gangguan pencernaan.

Gejala  umumnya  penderita   sering merasa lemah,  kelelahan  yang

berlebihan, demam dan pegal-pegal.   Gejala ini terutama didapatkan pada

masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.

Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip

kupu-kupu. Kadang disebut  (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai

cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang

bersisik.

Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang

dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap  Lupus.

Untuk sembuh total dari penyakit ini, tampaknya sulit. Dokter lebih berfokus

pada pengobatan yang sifatnya sementara.Lebih difokuskan untuk mencegah

meluasnya penyakit dan tidak menyerang organ vital tubuh.

Berbagai sumber

March 12, 2009 - Posted by | Uncategorized

1 Comment »

  1. hmmm…thanx for sharing this article
    kayanya cewek jaman sekarang emg mesti lebih aware deh, karena entah kenapa,akhir2 ini jd ada berbagai jenis penyakit yg lebih sering menyerang cewek…
    well, semakin cepet kita tahu apa penyakit kita semakin besar juga kemungkinan kita untuk dapat sembuh dari penyakit itu….
    so…pengetahuan ttg penyakit2 gini ma gimana vara ngatasinnya emg penting bgt
    at least bs buat tambah2 info ma pengetahuan kita…

    Comment by eriadewi | March 20, 2009 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: