Calm down

Just another WordPress.com weblog

tajwid dan masa kecil

cah, masih inget tajwid kah? dulu waktu aq masih kecil…sering banget ngapalin buku tajwid tru di test ma ustad. seneng banget ma ni pelajaran tapi kalo dah masuk mad wuih…ada sekitar berapa tuh 13 ya? kadang kebalik2..mana ustad galak lagi..ups…hihihih….ada juga sorof tentang perubahan kata dan salah satu kata adalah nasara yansiru nasran….(nama ustadku..hehehe…semoga beliau tenang di sisi Alloh)dari kedua pelajaran itu, sangat lebih baik daripada nahwu. hiks2…susah…kayaknya sekarang tambah futur ni..mana hafalan yang dulu nyantol..mana hadis yang dulu sering dihafalin…ni ada cerita dikit tentang tajwid. ilmu bukan hanya untuk dipelajari, dihafalkan lalu dilupakan. tapi untuk diingat dan diamalkan. smangat!

By Republika Newsroom
Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 14:21:00

Yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca dengan baik. Ilmu ini ditujukan dalam pembacaan Alquran. Pengucapan huruf hija’iyah harus benar, karena pengucapan yang tidak tepat akan menghasilkan arti yang berbeda.

Ilmu tajwid bertujuan untuk memberikan tuntunan bagaimana cara pengucapan ayat yang tepat, sehingga lafal dan maknanya terpelihara. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa pengucapan hadis-hadis Rasulullah SAW pun harus dilakukan dengan aturan-aturan tajwid, karena merupakan penjelasan dan sumber hukum kedua setelah Alquran.

Masalah yang dicakup dalam ilmu tajwid adalah makharij al-huruf (tempat keluar masuk), ahkam al-huruf (hubungan antarhuruf), ahkam al-maddi wa al-qasr (masalah panjang dan pendek ucapab), ahkam al-waqf wa al-ibtida (masalah memulai dan menghentikan bacaan), dan al-katt al-Utsmani (masalah bentuk tulisan mushaf Usmani).

Mempelajari tajwid sebagai disiplin ilmu merupakan fardu kifayah atau kewajiban kolektif. Namun, membaca Alquran dengan memaknai aturan-aturan tajwid merupakan fardu ain atau kewajiban individu.

Membaca Alquran termasuk ibadah, dan karenanya harus sesuai ketentuan. Ini sesuai dengan perintah Allah dalam Alquran, “…Bacalah Alquran itu dengan tartil.” (QS Al Muzzammil [73]: 4). Arti tartil menurut ahli tafsir Ibnu Katsier adalah membaca dengan perlahan-lahan dan hari-hati karena hal itu akan membantu pemahaman serta perenungan terhadap Alquran.  disarikan dari ensiklopedi Islam terbitan PT Ikhtiar Baru Van Hoeve

February 11, 2009 - Posted by | Thinking

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: