Calm down

Just another WordPress.com weblog

suni dan syiah

By Republika Newsroom
Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 13:39:00

Salah satu mazhab atau golongan di dalam Islam, mempunyai pengikut paling banyak dibanding dengan mazhab yang lain. Paham suni berdasar pada sunah (tradisi) Nabi Muhammad SAW, di samping Alquran.

Kelompok ini biasa juga Ahlussunah wal jama’ah. Ahlussunah berarti orang-orang yang menganut atau mengikuti sunah, dan wal jama’ah berarti mayoritas umat. Yang dimaksud mayoritas umat di kalangan suni ialah mayoritas sahabat Nabi SAW. Dengan demikian, istilah ahlussunah wal jama’ah mengandung arti orang-orang yang mengikuti sunah Nabi SAW dan mayoritas sahabat, baik di dalam syariat (hukum agama Islam) maupun akidah (kepercayaan).

Istilah ahlussunah wal jama’ah tidak dikenal di zaman Nabi SAW maupun di masa pemerintahan al-Khulafaa-ur Rasyidun (Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib); bahkan tidak dikenal di zaman pemerintahan Bani Umayyah (41-133 H/611-750 M). Istilah ini untuk kali pertama dipakai pada masa pemerintahan Khalifah Abu Ja’far al Manshur (137-59H/754-775M) dan Khalifah Harun ar Rasyid (170-194H/785-809M), keduanya dari Dinasti ‘Abbasiyah (750-1258). Istilah ahlussunah wal jama’ah semakin tampak ke permukaan pada jaman pemerintahan Khalifah al Ma’mun (198-218H/813-833M).

Pada zamaannya, al-Ma’mun menjadikan Muktazilah, aliran yang mendasarkan ajaran Islam pada Alquran dan akal, sebagai mazhab resmi negara, dan ia memaksa para pejabat dan tokoh-tokoh agama agar menjadikan paham ini terutama yang berkaitan dengan kemakhlukan Alquran. Muktazilah lebih banyak menggunakan akal dalam memahami masalah keagamaan dan tidak begitu berpegang teguh pada sunah.

Nabi SAW, namun mereka tetap tidak meninggalkan Alquran. Karena Muktazilah merupakan kelompok minoritas dan tidak kuat berpegang teguh pada sunah, maka kelompok yang menentangnya dikenal dengan nama ahlussunah wal jama’ah yaitu kelompok yang berpegang teguh pada sunah dan merupakan kelompok mayoritas.

Syiah adalah satu aliran dalam Islam yang meyakini Ali bin Abi Thalib dan keturunannya adalah imam-imam atau para pemimpin agama dan umat setelah Nabi Muhammad SAW. Dari segi bahasa, kata syiah berarti pengikut, kelompok atau golongan seperti yang terdapat dalam surat as-Shaffat ayat 83 yang artinya: ”Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).”

Paham syiah tersebar di negara-negara Iran, Irak, Afghanistan, Pakistan, India, Libanon, Arab Saudi, Bahrein, Kuwait, bekas negara Uni Sovyet, serta beberapa negara Amerika dan Eropa.

Para penulis sejarah Islam berbedap pendapat mengenai awal mula lahirnya Syiah. Sebagian menganggap Syiah lahir langsung setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW yaitu pada saat perebutan kekuasaan antara golongan Muhajirin dan Anshar di Balai Pertemuan Saqifah Bani Sa’idah. Pada saat itu muncul suara dari Bani Hasyim dan sejumlah kecil Muhajirin yang menuntut kekhalifahan bagi Ali bin Abi Thalib.

Sebagian yang lain menganggap Syiah lahir pada masa akhir kekhalifahan Usman bin Affan (memerintah dari tahun 644-656) atau pada masa awal kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Pada masa itu terjadi pemberontakan terhadap Khalifah Usman bin Affan yang berakhir dengan kematian Usman dan ada tuntutan umat agar Ali bin Abi Thalib bersedia dibaiat sebagai khalifah. dam/ disarikan dari buku Ensiklopedi Islam terbitan PT Ichtiar Baru Van Hoeve Jakarta.

February 11, 2009 - Posted by | Thinking

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: