intermezo
Suatu hari seorang wanita bercerita pada sahabat pria-nya…..
(W : wanita , P : Pria)
W : aku sedih neh
P : kenapa?
W : aku mau menikah
P : lho? mau menikah kok sedih?
W : semuanya sudah tersedia, tempatnya, kateringnya, gaunnya, dananya….
P : nah, trus apa masalahnya?
W : cuma ada satu masalah…. yaitu tentang calon suamiku…
P : apa masalahnya? apakah kamu tidak mencintai calon suamimu?
W : bukan…
P : apakah dia bukan lelaki impianmu?
W : bukan..
P : apa dia kabur dengan wanita lain? atau ternyata dia adalah gay?
W : bukan juga…..
P : jadi….???
W : aku belum menemukan siapa pria yang akan kunikahi….
P :

Belum Punya Pacar
Bram, seorang tukang service alarm, sedang memperbaiki alarm di sebuah toko perhiasan.
Penjaga toko memberitahukan bahwa sedang ada diskon 40% untuk produk perhiasan tertentu.
“Saya jamin, pacar Anda pasti akan senang jika Anda membelikan dia perhiasan ini,” kata si penjaga toko.
“Wahhh, saya gak punya pacar tuh, Mbak,” jawab Bram.
“Apa? Hari gini gak punya pacar?” respon si penjaga toko.
Dengan santai Bram menjawab, “Iya, istri saya tidak mengijinkan saya punya pacar sihhh!”
Akibat Menang Lotre
Seorang wanita buru-buru pulang ke rumah dan berteriak pada suaminya, “Cepat, kemasi barang-barangmu, Aku menang lotre!!!”
Sang suami yang gembira bertanya, “wah, memangnya kita mau berlibur ke mana? Eropa atau Asia ?”
Kata sang istri, “Bawa semuanya, kamu keluar dari rumah ini!”

suni dan syiah
By Republika Newsroom
Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 13:39:00
Salah satu mazhab atau golongan di dalam Islam, mempunyai pengikut paling banyak dibanding dengan mazhab yang lain. Paham suni berdasar pada sunah (tradisi) Nabi Muhammad SAW, di samping Alquran.
Kelompok ini biasa juga Ahlussunah wal jama’ah. Ahlussunah berarti orang-orang yang menganut atau mengikuti sunah, dan wal jama’ah berarti mayoritas umat. Yang dimaksud mayoritas umat di kalangan suni ialah mayoritas sahabat Nabi SAW. Dengan demikian, istilah ahlussunah wal jama’ah mengandung arti orang-orang yang mengikuti sunah Nabi SAW dan mayoritas sahabat, baik di dalam syariat (hukum agama Islam) maupun akidah (kepercayaan).
Istilah ahlussunah wal jama’ah tidak dikenal di zaman Nabi SAW maupun di masa pemerintahan al-Khulafaa-ur Rasyidun (Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib); bahkan tidak dikenal di zaman pemerintahan Bani Umayyah (41-133 H/611-750 M). Istilah ini untuk kali pertama dipakai pada masa pemerintahan Khalifah Abu Ja’far al Manshur (137-59H/754-775M) dan Khalifah Harun ar Rasyid (170-194H/785-809M), keduanya dari Dinasti ‘Abbasiyah (750-1258). Istilah ahlussunah wal jama’ah semakin tampak ke permukaan pada jaman pemerintahan Khalifah al Ma’mun (198-218H/813-833M).
Pada zamaannya, al-Ma’mun menjadikan Muktazilah, aliran yang mendasarkan ajaran Islam pada Alquran dan akal, sebagai mazhab resmi negara, dan ia memaksa para pejabat dan tokoh-tokoh agama agar menjadikan paham ini terutama yang berkaitan dengan kemakhlukan Alquran. Muktazilah lebih banyak menggunakan akal dalam memahami masalah keagamaan dan tidak begitu berpegang teguh pada sunah.
Nabi SAW, namun mereka tetap tidak meninggalkan Alquran. Karena Muktazilah merupakan kelompok minoritas dan tidak kuat berpegang teguh pada sunah, maka kelompok yang menentangnya dikenal dengan nama ahlussunah wal jama’ah yaitu kelompok yang berpegang teguh pada sunah dan merupakan kelompok mayoritas.
Syiah adalah satu aliran dalam Islam yang meyakini Ali bin Abi Thalib dan keturunannya adalah imam-imam atau para pemimpin agama dan umat setelah Nabi Muhammad SAW. Dari segi bahasa, kata syiah berarti pengikut, kelompok atau golongan seperti yang terdapat dalam surat as-Shaffat ayat 83 yang artinya: ”Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh).”
Paham syiah tersebar di negara-negara Iran, Irak, Afghanistan, Pakistan, India, Libanon, Arab Saudi, Bahrein, Kuwait, bekas negara Uni Sovyet, serta beberapa negara Amerika dan Eropa.
Para penulis sejarah Islam berbedap pendapat mengenai awal mula lahirnya Syiah. Sebagian menganggap Syiah lahir langsung setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW yaitu pada saat perebutan kekuasaan antara golongan Muhajirin dan Anshar di Balai Pertemuan Saqifah Bani Sa’idah. Pada saat itu muncul suara dari Bani Hasyim dan sejumlah kecil Muhajirin yang menuntut kekhalifahan bagi Ali bin Abi Thalib.
Sebagian yang lain menganggap Syiah lahir pada masa akhir kekhalifahan Usman bin Affan (memerintah dari tahun 644-656) atau pada masa awal kepemimpinan Ali bin Abi Thalib. Pada masa itu terjadi pemberontakan terhadap Khalifah Usman bin Affan yang berakhir dengan kematian Usman dan ada tuntutan umat agar Ali bin Abi Thalib bersedia dibaiat sebagai khalifah. dam/ disarikan dari buku Ensiklopedi Islam terbitan PT Ichtiar Baru Van Hoeve Jakarta.
Tes ALZHEIMER (devi: coba ini,deh..)
1- Temukan huruf “C” di bawah. Jangan gunakan bantuan cursor.
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOCOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO O
2- Jika anda telah menemukan huruf “C”, sekarang temukan angka “6″ di bawah.
99999999999999999999999999999999999999999999999999 99999999999999
99999999999999999999999999999999999999999999999999 99999999999999999
99999999999999999999999999999999999999999999999999 99999999999999999
99996999999999999999999999999999999999999999999999 99999999999999999
99999999999999999999999999999999999999999999999999 99999999999999999
99999999999999999999999999999999999999999999999999 99999999999999
3- Sekarang temukan huruf “N” di bawah. Ini agak lebih sulit.
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMNMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM
Ini bukan gurauan.
Jika anda bisa melewati 3 test ini, maka anda bisa membatalkan rencana
kunjungan anda ke ahli neurologis.
Otak anda masih baik dan jauh dari penyakit Alzheimer.
Selamat !
for your info
lzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya ‘kekanak-kanakan karena usia tua’ yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.
Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.
Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.
Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia. “Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai resiko lima persen mengidap penyakit ini dan resiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun,” kata Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.
Menurut Esther, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.
Sejarah Alzheimer
Penyakit yang pertama kalinya, ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer, menurut namanya.
Hasil bedah pengamatan, Alzheimer mendapati Syaraf otak tersebut bukan saja mengecut, malah dipenuhi dengan gumpalan protein yang luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.
Meskipun penyakit ini yang semula ditemukan hampir satu abad yang lalu, ia tidak seterkenal penyakit yang lainnya seperti sakit jantung, hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau sebagainya.
Kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit ini tidak dapat dilihat gejalanya langsung seperti penyakit hipertensi yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala.
Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
Pengungkapan terhadap Alzheimer
Publikasi mengenai penyakit Alzheimer masih rendah dan banyak orang tidak mengetahui tentang penyakit ini sampai dipublikasikan secara terbuka sendiri oleh bekas Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.
Penyakit Alzheimer sukar dideteksi sebab banyak yang beranggapan orang tua yang semula lupa, adalah sesuatu yang lazim karena faktor usia. Padahal itu mungkin tanda-tanda awal seseorang itu mengidap penyakit Alzheimer.
Tingkat Alzheimer
Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.
Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.
Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.
Tanda-tanda lain
Orang yang terkena penyakit ini dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Diperkirakan bahwa pada sekitar 1950-an kira-kira 2,5 juta penduduk dunia mengidap penyakit ini. Pada tahun 2000, pengidap Alzheimer diperkirakan mencapai enam milyar orang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menghidap Alzheimer (2003). Peningkatan ini, ada kaitannya dengan semakin banyak penduduk dunia yang berusia lanjut , masa hidup wanita meningkat hingga umur 80 tahun dan 75 tahun bagi lelaki. Selain itu, penjagaan kesehatan yang lebih baik, tingkat perkimpoian menurun, perceraian bertambah dan mereka yang kimpoi tetapi tidak banyak anak.
Orang yang sakit yang berada di tahap sederhana dan parah akan menunjukkan tingkah laku yang aneh. Di antaranya, seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
Selain itu, orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan. Semua ini secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat sebab mereka terpaksa menjaga orang yang sakit ’36 jam’ sehari.
Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.
Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.
Yang menyedihkan, adalah orang yang sakit itu sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti kognitif, aktivitas harian dan tingkah laku.
Orang yang berisiko
* pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas
* Pengidap kencing manis
* Kurang berolahraga
* Tingkat kolesterol yang tinggi
* Faktor keturunan – mempunyai keluarga yang mengidap penyakit ini pada usia 50-an.
Pengidap Alzheimer yang terkenal
* Enid Blyton
* Charles Bronson
* Winston Churchill
* Perry Como
* Alfred Deakin
* James Doohan
* Ralph Waldo Emerson
* Barry Goldwater
* Rita Hayworth
* Charlton Heston
* Beatrice Lillie
* RatuJuliana dari Belanda(1948 – 1980)
* Burgess Meredith
* Iris Murdoch
* Maurice Ravel
* Ronald Reagan
* Sugar Ray Robinson
* Margaret Rutherford
* Cyrus Vance
* E.B. White
* Harold Wilson
* Randhy Dwirendrahadi
* UNYIL (devi: aq juga ga tahu kenapa unyil bisa….hehehe)
akhlak
By Republika Newsroom
Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 14:01:00
Yaitu suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang daripadanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melalui melalui proses pemikiran, pertimbangan, atau penelitian. Jika keadaan tersebut melahirkan perbuatan yang baik dan terpuji menurut pandangan akal dan syara, maka disebut akhlak yang baik. Sebaliknya, jika yang timbul adalah perbuatan yang tidak baik, maka disebut akhlak yang buruk.
Kata akhlak merupakan bentuk jamak dari kata al-khuluq, atau al-khulq, yang secara etimologis berarti (1) tabiat, budi pekerti, (2) kebiasaan atau adat, (3) keperwiraan, kesatriaan, kejantanan, (4) agama, dan (5) kemarahan (al-gadab).
Karena akhlak merupakan suatu keadaan yang melekat di dalam jiwa, maka suatu perbuatan baru disebut akhlak kalau memenuhi beberapa syarat. (1) Perbuatan itu dilakukan secara berulang-ulang. Bila dilakukan sesekali saja, maka tidak dapat disebut akhlak. (2) Perbuatan itu timbul dengan mudah tanpa dipikirkan atau diteliti lebih dulu sehingga benar-benar telah menjadi suatu kebiasaan.
Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam Islam, sehingga setiap aspek dari ajaran agama ini selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia, yang disebut akhlaqul karimah. Hal ini antara lain tercantum dalam hadis Rasulullah SAW, “Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Ahmad, Baihaki, dan Malik). Pada riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, “Mukmin yang paling sempurna akhlaknya adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmizi).
Akhlak Nabi SAW disebut dengan akhlak Islam, karena bersumber dari Alquran dan Alquran datang dari Allah SWT. Karenanya, akhlak Islam berbeda dengan akhlak ciptaan manusia (wad’iyah). Ciri-ciri akhlak Islam adalah, (1)kebaikannya bersifat mutlak (al-khairiyyah al-mutlaqah), (2) menyeluruh (as-salahiyyah al-‘ammah), yaitu kebaikan yang terkandung di dalamnya merupakan kebaikan untuk seluruh umat manusia di segala zaman dan semua tempat, (3) tetap, langgeng, dan mantap, (4) merupakan kewajiban yang harus dipatuhi (al-ilzam al-mustajab) yaitu kebaikan yang terkandung dalam akhlak Islam merupakan hukum yang harus dilaksanakan sehingga ada sanksi hukum tertentu bagi orang yang tidak melaksanakannya, dan (5) pengawasan yang menyeluruh (ar-raqabah al-muhitah).
Karena akhlak Alquran bersumber dari Tuhan, maka pengaruhnya lebih kuat dari akhlak ciptaan manusia. Seseorang tidak akan berani melanggarnya, dan harus bertobat bagi yang melakukannya. Inilah mengapa disebut agama merupakan pengawas yang kuat. Pengawas lainnya adalah hati nurani yang hidup didasarkan pada agama dan akal sehat yang dibimbing oleh agama. dari ensiklopedi islam terbitan ihktiar baru van hoeve
tajwid dan masa kecil
cah, masih inget tajwid kah? dulu waktu aq masih kecil…sering banget ngapalin buku tajwid tru di test ma ustad. seneng banget ma ni pelajaran tapi kalo dah masuk mad wuih…ada sekitar berapa tuh 13 ya? kadang kebalik2..mana ustad galak lagi..ups…hihihih….ada juga sorof tentang perubahan kata dan salah satu kata adalah nasara yansiru nasran….(nama ustadku..hehehe…semoga beliau tenang di sisi Alloh)dari kedua pelajaran itu, sangat lebih baik daripada nahwu. hiks2…susah…kayaknya sekarang tambah futur ni..mana hafalan yang dulu nyantol..mana hadis yang dulu sering dihafalin…ni ada cerita dikit tentang tajwid. ilmu bukan hanya untuk dipelajari, dihafalkan lalu dilupakan. tapi untuk diingat dan diamalkan. smangat!
By Republika Newsroom
Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 14:21:00
Yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca dengan baik. Ilmu ini ditujukan dalam pembacaan Alquran. Pengucapan huruf hija’iyah harus benar, karena pengucapan yang tidak tepat akan menghasilkan arti yang berbeda.
Ilmu tajwid bertujuan untuk memberikan tuntunan bagaimana cara pengucapan ayat yang tepat, sehingga lafal dan maknanya terpelihara. Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa pengucapan hadis-hadis Rasulullah SAW pun harus dilakukan dengan aturan-aturan tajwid, karena merupakan penjelasan dan sumber hukum kedua setelah Alquran.
Masalah yang dicakup dalam ilmu tajwid adalah makharij al-huruf (tempat keluar masuk), ahkam al-huruf (hubungan antarhuruf), ahkam al-maddi wa al-qasr (masalah panjang dan pendek ucapab), ahkam al-waqf wa al-ibtida (masalah memulai dan menghentikan bacaan), dan al-katt al-Utsmani (masalah bentuk tulisan mushaf Usmani).
Mempelajari tajwid sebagai disiplin ilmu merupakan fardu kifayah atau kewajiban kolektif. Namun, membaca Alquran dengan memaknai aturan-aturan tajwid merupakan fardu ain atau kewajiban individu.
Membaca Alquran termasuk ibadah, dan karenanya harus sesuai ketentuan. Ini sesuai dengan perintah Allah dalam Alquran, “…Bacalah Alquran itu dengan tartil.” (QS Al Muzzammil [73]: 4). Arti tartil menurut ahli tafsir Ibnu Katsier adalah membaca dengan perlahan-lahan dan hari-hati karena hal itu akan membantu pemahaman serta perenungan terhadap Alquran. disarikan dari ensiklopedi Islam terbitan PT Ikhtiar Baru Van Hoeve
Halal bilhalal (devi: wallahua’lam bis showab)
By Republika Newsroom
Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 14:44:00
Halal bilhalal adalah istilah yang tersusun dari tiga kata berbahasa Arab, halal- bi- halal. Jika kata halal diartikan ke dalam bahasa Indonesia dengan boleh maka halal bilhalal secara harfiah berarti boleh dengan boleh. Istilah halal bilhalal sendiri tidak dikenal dalam khazanah bahasa Arab bahkan tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW, para sahabat dan generasi salafus shaleh.
Istilah dan tradisi halal bilhalal, menurut Ensiklopedi Islam, adalah asli Indonesia yang tidak diketahui siapa pencetusnya. Halal bilhalal mulai diselenggarakan dalam bentuk upacara sekitar akhir tahun 1940-an dan mulai berkembang luas setelah tahun 1950.
Kegiatan halal bilhalal sebenarnya tidak berbeda dengan silaturahim. Yang membedakan, di dalam halal bilhalal ada kewajiban untuk saling maaf-memaafkan dan bersalaman dalam sebuah acara yang khusus diselenggarakan untuk itu. Ini sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang memberikan definisi halal bilhalal sebagai Hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah Ramadhan, biasanya dadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh sekelompok orang.
Kini, halal bilhalal telah menjadi ritual yang sepertinya menjadi keharusan pascalebaran. Acara ini dilakukan mulai dari instansi-instansi swasta dan pemerintah, organisasi, hingga lingkungan rukun tetangga. Di ibukota, aktivitas hari pertama masuk kantor umumnya adalah halal bilhalal antara pimpinan dan karyawan, antara atasan dan bawahan. Ormas-ormas ke daerahan di ibukota juga menjadikan halal bilhalal sebagai agenda wajib di bulan Syawal.
Jika halal bilhalal diselenggarakan sebagai kegiatan silaturahim, tentu banyak manfaat dan pahala yang akan diperoleh. Rasulullah SAW menyatakan bahwa dengan bersilaturahmi maka para pelakunya akan dimurahkan jalan-jalan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Dalam praktiknya, biasanya inisiator, penyelenggara sekaligus sponsor penyelenggaraan halal bi halal berasal dari strata atas, kelompok elite, pimpinan kelompok, pimpinan sebuah instansi atau tokoh yang merasa banyak membuat kesalahan kepada bawahan atau pendukungnya. Halal bi halal juga dijadikan ajang untuk rekonsiliasi sehingga keharmonisan hubungan atas-bawah dan elite-masyarakat tetap terjaga bahkan diharapkan meningkat begitu pula kepentingan-kepentingan yang menempel di dalamnya. Hal ini, dalam batas-batas tertentu tentu merupakan sesuatu yang positif karena menjaga keharmonisan akan berdampak kepada kemashlahatan bawahan atau masyarakat luas.
Hadis-hadis tentang Keutuhan Keluarga
By Republika Newsroom
Kamis, 16 Oktober 2008 pukul 14:42:00
1. Dari Ibnu Mas’ud RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘‘Hendaklah kalian selalu melakukan kebenaran, karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunut ke surga. Jika seseorang selalu berbuat benar dan bersungguh dengan kebenaran, ia akan ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang sangat benar. Jauhkanlah dirimu dari bohong, karena bohong akan menuntun kepada kedurhakaan, dan durhaka itu menuntun ke neraka. Jika seseorang selalu bohong dan bersugguh-sungguh dengan kebohongan, ia akan ditulis di sisi Allah swt sebagai orang yang sangat pembohong.’‘ Hadis muttafaqun’alaih.
2. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka itu adalah perkataan yang paling bohong.” Hadis Muttafqun’alaih.
3. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘‘Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia menghubungkan tali silaturahim.” Hadis riwayat Bukhari.
4. Dari Anas bahwa Nabi SAW bersabda, ”Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang hamba (dikatakan) beriman sehingga ia mencintai tetangganya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Hadis Muttafaqun’alaih.
5. Ibnu Mas’ud RA berkata, ”Aku bertanya kepada Rasulullah saw, dosa apakah yang paling besar? Beliau bersabda, ”Engkau membuat sekutu bagi Allah, padahal Dia lah yang menciptakanmu.” Aku bertanya lagi, ”Kemudian apa? Beliau bersabda, ”Engkau membunuh anakmu karena takut ia akan makan bersamamu.” Aku bertanya lagi, ”Kemudian apa? Beliau bersabda,”Engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Hadis Muttafaqun’alaih.
6. Dari Abi Ayyub RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘‘Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seorang berpaling dan lainnya juga berpaling. Yang paling baik di antara keduanya ialah memulai mengucapkan salam.” Hadis muttafaqun’alaih.
7. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘‘Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah SWT akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah SWT akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, Allah SWT akan menutupi (aibnya) di dunia dan akhirat; dan Allah SWT akan menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” Hadis riwayat Muslim. disarikan dari Tarjamah Hadis Bulughul Maram Terbitan Gema Risalah Press Bandung
Kalender Islam, Kerumitan Menghitungnya
RUKYATULHILAL.ORGIMKANUR RUKYAT MABIMS: Satu di antara empat kriteria yang menjadi dasar penyusunan Kalender Hijriyah di IndonesiaJAKARTA — Meskipun kali ini tahun baru Islam dan tahun baru Masehi hampir berdempetan namun kedua sistem penanggalan itu jelas berbeda.Tahun baru Masehi berdasarkan perhitungan semu matahari (syamsiah) mengelilingi bumi, sedangkan tahun baru Islam menggunakan acuan bulan (qomariah).Kalender Islam yang dimulai dengan bulan Muharam itu ditentukan berdasarkan penampakan hilal (bulan sabit pertama) sesaat sesudah matahari terbenam.
Dibandingkan dengan sistem penanggalan masehi yang berdasarkan hitungan pergerakan matahari, kalender bulan ini memiliki sistem yang lebih mudah diamati.Kemudahan itu dalam menentukan awal bulan dan kemudahan dalam mengenali tangggal dari perubahan bentuk dan fase bulan.
Menurut anggota Islamic Crescent’s Observation Project (ICOP), Mutoha, dalam perjalanannya mengelilingi bumi, fase bulan akan berubah dari bulan mati ke bulan sabit, bulan separuh, bulan lebih separuh, purnama, bulan separuh, bulan sabit, dan kembali ke bulan mati. Satu periode dari bulan mati ke bulan mati, lamanya 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik (29,5306 hari); periode itu disebut dengan satu bulan. Panjang tahun dalam kalender bulan adalah 12 bulan (12 x 29.5306 hari), yakni 354 hari 8 jam 48 menit 34 detik (354,3672 hari).
Kalender bulan tertua yang diketahui berusia 17 ribu tahun dengan bukti keberadaan kalender ini terpahat di dinding Gua Lascaux, Perancis, ujarnya.Sedangkan kalender matahari menekankan pada keajegan (konsistensi) terhadap perubahan musim, tanpa memperhatikan tanda perubahan hariannya. Kalender ini menggunakan matahari sebagai patokan. Satu tahun terdiri atas 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik (365.2422 hari) atau lamanya waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari.
Kelebihan kalender ini adalah, kesesuaiannya dengan musim, ia mencontohkan Indonesia, yang biasa mengalami musim kemarau antara bulan April hingga Oktober. Karenanya, kalender ini digunakan sebagai pedoman beraktivitas sehari-hari seperti bercocok tanam atau menangkap ikan.Namun berbeda dengan kalender matahari, dengan kalender bulan, orang awam bahkan bisa menentukan kapan pergantian bulan sehingga sistem kalender tradisional banyak yang bertumpu pada kalender bulan.
Menurut Pakar Astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, karena waktu ibadah sifatnya lokal, penentuannya yang berdasarkan penampakan hilal memang merupakan cara yang termudah.
Masyarakat di suatu tempat cukup memperhatikan kapan hilal teramati untuk menentukan saat ibadah puasa Ramadan, beridul fitri, beridul adha, atau saat berhaji (khusus di daerah sekitar Mekkah).”Bahkan seandainya cuaca buruk sehingga sulit melihat bulan, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk praktis: genapkan bulan sekarang menjadi 30 hari, karena tidak mungkin bulan qamariyah lebih dari 30 hari,” katanya.
Karena sifatnya lokal, apapun keputusan di suatu daerah sah berlaku untuk daerah itu. Daerah lain mungkin saja berbeda, tambahnya.
Membingungkan
Menurut dia, penentuan awal bulan yang saat ini sering membingungkan hanyalah merupakan akibat perkembangan zaman. Faktor-faktor penyebab kerumitan itu antara lain, tuntutan penyeragam waktu ibadah untuk daerah yang luas.
“Bahkan ada pula yang menuntut penyeragaman yang sifatnya mendunia tanpa menyadari bahwa banyak kendala yang dengan teknologi maju saat ini belum bisa teratasi,” katanya.
Ia mengatakan, rukyatul hilal (pengamatan hilal) saat ini tidak murni lagi, di mana hisab (perhitungan) secara tak sadar telah mendominasi sebagian besar pengamat, meski hisab yang mereka gunakan banyak yang tidak akurat.Selain itu, urainya, tidak banyak lagi orang yang mengenali hilal, terutama di kota-kota besar, sehingga kemungkinan keliru mengidentifikasi objek lain sebagai hilal lebih mungkin terjadi.
Polusi atmosfer seperti debu dan cahaya mempersulit pengamatan hilal karena bersifat meredupkan, tambahnya. Kerumitan itu sebenarnya menurut Djamal, bisa sedikit diatasi dengan memanfaatkan data posisi hilal yang akurat dari almanak astronomi mutakhir yang merupakan hasil penyempurnaan almanak astronomi sepanjang sejarah perkembangannya.
Akurasi almanak astronomi dalam penentuan ijtima’ (astronomical new moon) kini telah teruji pada ketepatan perhitungan waktu gerhana matahari yang pada hakikatnya adalah ijtima’ teramati (observable new moon). Setidaknya informasi posisi hilal yang akurat bisa mencegah terjadinya kesalahan identifikasi hilal, ujarnya.
Kalau data almanak astronomi tentang posisi hilal sudah bisa diterima secara luas, menurut Djamal, berarti tinggal satu langkah lagi dalam mengatasi kerumitan itu, yakni menentukan kriteria visibilitas hilal. “Inilah bagian tersulit, tetapi telah dimulai oleh IICP (International Islamic Calendar Programme) di Malaysia yang dipimpin Mohammad Ilyas,” katanya.
Dalam prakteknya, kriteria visibilitas hilal belum banyak dipakai, menurut dia, mungkin karena belum memasyarakat.
Kriteria utama yang banyak di pakai, lanjut dia, adalah bulan sudah di atas ufuk yang pada hakikatnya syarat wujudul hilal.
“Menurut data Badan Hisab dan Ru’yat Departemen Agama RI hilal dengan ketinggian 2 derajat berhasil di ru’yat. Itu berarti beda waktu terbenam hanya sekitar 8 menit, jauh di bawah ambang batas kriteria visibilitas hilal,” ujarnya.
Karena itu, semua pihak perlu berlapang dada untuk berdiskusi mencari acuan yang paling sahih di antara data dan metode yang kini ada di masyarakat.
Bila semua ahli hisab telah mengacu pada almanak astronomi, lanjut dia, satu langkah lagi adalah menyepakati kriteria visibilitas hilal.Kriteria IICP yang memberikan syarat batas visibilitas hilal: beda waktu terbenam matahari dan bulan lebih dari 40 menit di daerah tropik, ia mengusulkan, sangat baik diterapkan di Indonesia dan negara-negara ASEAN untuk mengatasi kerumitan. dewanti lestari/ant/kp
he’eh…
“Saat Allah menjawab doamu Ia meminta imanmu, Saat Allah belum menjawab doamu Ia meminta kesabaranmu, dan Saat Allah menjawab tapi bukan doamu Ia memilihkan yang terbaik untukmu”
gimana kalau anak kita seperti ini?
gimana coba kalo anak kita kayak gini?
Adora Svitak pergi ke Sekolah Dasar (SD) ditemani ibunya. Pelajaran hari ini adalah tentang puisi. Dan Adora sangat menyukainya. Tapi anak perempuan berusia 11 tahun itu bukanlah seorang murid SD. Dia seorang guru! Adora anak yang luar biasa berbakat. Talenta yang dimilikinya seakan tiada habis-habisnya. Bayangkan saja, bocah AS itu mulai mengajar pada usia 7 tahun! Pada usia yang sama, buku pertamanya diterbitkan secara internasional. Buku berjudul Flying Fingers itu berisi koleksi cerita-cerita pendek karya Adora yang juga berisi tips dan panduan bagi mereka yang inginsenang menjadi penulis. Buku keduanya, Dancing Fingers (koleksi puisi yang ditulis bersama kakaknya) diterbitkan tahun 2008 lalu. Adora pun bisa mengetik cepat. Dia mengetik antara 80-112 kata per menit. Dia membaca dua hingga tiga buku per harinya. Dia memandang dirinya sebagai “pendidik dan penulis.” Namun bagi kebanyakan orang, dia adalah seorang anak kecil dengan otak dewasa. Jangan tanya soal kesibukan sehari-hari anak perempuan itu. Jadwalnya sangat padat, penuh dengan berbagai presentasi dan tugas mengajar. Bahkan kerap kali kegiatannya baru berhenti pada pukul 11 malam. Adora telah bepergian ke berbagai belahan dunia, dengan biaya ditanggung pihak pengundang. Dia telah berkunjung ke lebih dari 300 sekolah di China, Hong Kong, Vietnam, Inggris dan lainnya. Bahkan di Inggris, si mungil Adora mendapat julukan “Dora the Explorer” karena caranya berbagi pengalaman membaca dan menulis pada anak-anak. Keluarganya kini bahkan telah mengubah ruang bawah tanah rumah mereka di Redmond, Washington DC menjadi sebuah studio TV. Dari sana, Adora memberikan konferensi video setiap hari bagi anak-anak, orang dewasa dan para guru. Dia mendapatkan bayaran US$ 300 per pelajaran yang berlangsung 50 menit. “Membaca dan menulis adalah hidup saya,” ujarnya serius. Adora juga menjadi incaran dunia korporasi. Dia bisa meraih hingga US$ 10.000 untuk satu kali tampil berbicara pada para pendidik dan masyarakat bisnis mengenai dampak teknologi pada proses kreatif. Bahkan baru-baru ini dia dibayar oleh Microsoft untuk melakukan demonstrasi tentang komputerisasi pendidikan. Melihat caranya mengajar, banyak orang lupa bahwa dia baru berumur 11 tahun. Saat mengajar, Adora kerap memuji murid-muridnya, berapapun usia mereka. “Sewaktu saya anak-anak, saya memerlukan dorongan,” ujar Adora menjelaskan alasannya memberikan pujian. “Saya sadar saya masih anak-anak, meski saya memang merasa lebih tua,” aku Adora yang mulai bisa membaca pada usia 3 tahun seperti dilansir harian Telegraph, Kamis (15/1/2009). Jika anak-anak lain seumurnya gemar menonton film kartun, Adora justru senang menonton siaran berita di televisi. “Saya menonton tiga saluran berita malam (ABC, NBC dan CBS) serta program-program khusus di akhir pekan,” ujar Adora yang disebut-sebut sebagai guru termuda di dunia itu. Adora memang masih anak-anak, namun cara berpikirnya jelas bukan cara pikir anak-anak. Simak saja jawabannya ketika ditanyai apakah ada yang dikhawatirkan Adora? “Perekonomian dunia, saya kira,” jawabnya. “Juga pemanasan global, kolera di Zimbabwe, penurunan kualitas pendidikan AS dan kelaparan dunia,” imbuh kata Adora. “Namun umumnya, saya berusaha tidak khawatir karena waktu yang dihabiskan untuk khawatir itu bisa digunakan dengan lebih konstruktif,” tuturnya bijak. Aiihhh! (ita/iy)
detik.com
-
Recent
-
Links
-
Archives
- February 2010 (1)
- July 2009 (1)
- April 2009 (5)
- March 2009 (7)
- February 2009 (19)
- January 2009 (3)
- December 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


